MAKALAH IPA
PENCEMARAN UDARA
Disusun
oleh :
1.
Bangkit
prayoga 3519
2.
Damar
Galih Prastowo 3525
3.
Rifki
Ali Nurrohman 3676
4.
Muchlis
Apriliadi 3613
5.
M.
Avian I Gusti 3616
Kelas : XI TKJ 3
Bidang
Keahlian : Teknologi Informasi dan
Komunikasi
Program
: TKJ
Jl. Bima NO. 3 (Gongseng Raya)
Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur Telp. (021) 8701744 Fax. 8701743
2015
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, khalik langit dan bumi.
Karena atas penyertaan-Nya sehinggah
saya bisa menyelesaikan makalah IPA yang berjudul “Pencemaran Udara” ini.
Dengan
pembuatan makalah yang berjudul “Pencemaran Udara” ini pembaca diharapkan dapat
lebih mengenal tentang apa yang dimaksud dengan polusi udara. Pembaca juga
diharapkan dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang berharga.
Makalah
ini dibuat semata-mata karena ingin menyelesaikan tugas sekaligus memberikan
contoh yang baik. Selain itu, makalah ini juga dijadikan sebagai sarana untuk
menambah wawasan bagi pembacanya.
Saya
sangat berterima kasih kepada seluruh anggota kelompok yang telah bekerja sama
untuk menyelesaikan makalah ini.
Saya
berharap makalah ini akan berguna bagi pembelajaran IPA, khususnya pada materi
pencemaran udara. Dan saya sangat berterima kasih dan sangat senang apabila
makalah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam proses kegiatan
belajar-mengajar.
Saya
tahu bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Olehnya itu, saya sangat
mengharapkan kritik dan saran dari guru, teman-teman, dan atau siapa saja.
Saran dan kritikan yang diberikan akan saya terima dengan lapang dada.
Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan terutama pada diri
saya sendiri. Akhir kata , saya ucapkan banyak terima kasih.
Jakarta,
3 Februari 2016
Kelompok
1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
............................................................................................
i
DAFTAR ISI ..........................................................................................................
ii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang ...........................................................................................
1
B.
Rumusan
Masalah
......................................................................................
2
C.
Tujuan
Penulisan
........................................................................................
2
D.
Manfaat
Penulisan
......................................................................................
2
BAB
II ISI
A.
Pengertian
Pencemaran Udara
................................................................... 3
B.
Jenis
– jenis Pencemaran Udara
................................................................ 4
C.
Sumber
Pencemaran Udara
....................................................................... 7
D. Dampak Pencemaran Udara
E. Jenis – jenis Penyakit
F. Penyakit Beriliosis
a. Definisi
b. Penyebab
c. Gejala
d. Diagnosa
e. Pengobatan
G. Cara Mencegah Pencemara Udara
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Udara dimana di dalamnya terkandung sejumlah
oksigen, merupakan komponen esensial bagi kehidupan, baik manusia maupun
makhluk hidup lainnya. Udara merupakan campuran dari gas, yang terdiri dari
sekitar 78 % Nitrogen, 20 % Oksigen; 0,93 % Argon; 0,03 % Karbon Dioksida (CO2)
dan sisanya terdiri dari Neon (Ne), Helium (He), Metan (CH4) dan Hidrogen (H2).
Udara dikatakan "Normal" dan dapat mendukung kehidupan manusia
apabila komposisinya seperti tersebut diatas. Sedangkan apabila terjadi
penambahan gas-gas lain yang menimbulkan gangguan serta perubahan komposisi
tersebut, maka dikatakan udara sudah tercemar/terpolusi.
Akibat aktifitas perubahan manusia udara seringkali
menurun kualitasnya. Perubahan kualitas ini dapat berupa perubahan sifat-sifat
fisis maupun sifat-sifat kimiawi. Perubahan kimiawi, dapat berupa pengurangan
maupun penambahan salah satu komponen kimia yang terkandung dalam udara, yang
lazim dikenal sebagai pencemaran udara. Kualitas udara yang dipergunakan untuk
kehidupan tergantung dari lingkungannya. Kemungkinan disuatu tempat dijumpai
debu yang bertebaran dimana-mana dan berbahaya bagi kesehatan. Demikian juga
suatu kota yang terpolusi oleh asap kendaraan bermotor atau angkutan yang dapat
menimbulkan gangguan kesehatan.
1
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, rumusan
masalah yang harus dibahas dalam makalah ini adalah:
1. Apa
itu pencemaran udara?
2. Apa
saja jenis pencemaran udara?
3. Apa yang menjadi sumber pencemaran udara?
4. Apa
dampak pencemaran udara?
5. Jenis – jenis penyakit akibat pencemaran udara
6. Bagaimana
cara mencegah pencemaran udara?
C.
Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk
menyelesaikan tugas Ipa tentang polusi (pencemaran) khususnya polusi udara dan untuk memperluas pengetahuan tentang
pencemaran udara beserta dampak yang ditimbulkannya terhadap lingkungan dan
kesehatan manusia.
D.
Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah menambah
pengetahuan kita mengenai pencemaran udara, jenis-jenisnya, sumber, dampak, dan
bagaimana cara kita untuk menanggulangi pencemaran udara.
2
BAB II
ISI
A.
Pengertian Pencemaran Udara
Pencemaran lingkungan atau polusi adalah masuknya
atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energy dan atau komponen lain kedalam
lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau
proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ktingkat tertentu yang
menyebapkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat brfungsi lagi sesuai
peruntukya ( Undang-Undang Pengelolaan lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Polutan adalah zat atau bahan yang menyebapkan
terjadinya polusi. Suatu zat disebut polutan, bila keberadaanya disuatu
lingkungan dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contoh :
karbondioksida dengan kadar 0,032 % dapat memberikan dampak merusak. Dengan
kata lain suatu zat dapat disebut polutan apabila :
1. Jumlah
melebihi jumlah normal
2. Berada
pada waktu yang tidak tepat
3. Berada
pada tempat yang tidak tepat
Pencemaran udarah adalah masuknya, atau tercampurnya
unsur-unsur berbahaya kedalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya
kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatam manusia secara umum menurunkan
kualitas lingkungan. Pencemaran udara dapat terjadi dimana-mana, misalnya
didalam rumah, sekolah, kantor atau yang sering disebut pencemaran dalam
ruangan (indoor pollution). Selain itu gejala ini secara akumulatif juga
terjadi di luar ruangan (outdoor pollution). Mulai dari tingkat lingkungan
rumah, perkotaan hingga ketingkat regional, bahkan saat ini sudah menjadi
gejala global.
3
Beberapa unsure pencemaran (pollutant) kembali
kebumi melalui deposisi asam atau salju yang mengakibatkan sifat korosif pada
bagunan, tanaman, hutan disamping itu juga membuat sungai dan danau menjadi
suatu lingkungan yang berbahaya bagi ikan-ikan karena nilai pH yang rendah
B.
Jenis – jenis Pencemaran Udara
1.
Menurut bentuk
a. Gas
Pencemaran udara berbentuk gas dapat dibedakan
menjadi :
1) Golongan
belerang terdiri dari Sulfur Dioksida (SO2), Hidrogen Sulfida (H2S) dan Sulfat
Aerosol.
2) Golongan
Nitrogen terdiri dari Nitrogen Oksida (N2O), Nitrogen Monoksida (NO), Amoniak
(NH3) dan Nitrogen Dioksida (NO2).
3) Golongan
Karbon terdiri dari Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon .
4) Golongan
gas yang berbahaya terdiri dari Benzen, Vinyl Klorida, air raksa uap.
b. Pertikel
Pencemaran udara berbentuk partikel dibedakan
menjadi :
1) Mineral
(anorganik) dapat berupa racun seperti air raksa dan timah.
2) Bahan
organik terdiri dari ikatan hidrokarbon, klorinasi alkan, Benzen.
3) Makhluk
hidup terdiri dari bakteri, virus, telur cacing.
4
2.
Menurut tempat dan sumbernya
a. Ruangan
(indoor)
Pencemaran
udara ruangan (In door air pollution), berupa pencemaran udara didalam
ru-a-ngan yang berasal dari pemukiman, perkantoran ataupun gedung tinggi.
b. Udara
bebas (outdoor)
Pencemaran
udara bebas (Out door air pollution), Sumber Pen-cemaran udara bebas :
1) Alamiah,
berasal dari letusan gunung berapi, pembusukan, dll.
2) Kegiatan
manusia, misalnya berasal dari kegiatan industri, rumah tangga, asap kendaraan,
dll.
3.
Berdasarkan pengaruhnya terhadap
gangguan kesehatan
Pencemaran
udara berdasarkan pengaruhnya terhadap gangguan kesehatan dibedakan menjadi 4
jenis yaitu:
a. Irintasia.
Biasanya
polutan ini bersifat korosif. Merangsang proses peradangan hanya pada saluran
pernapasan bagian atas, yaitu saluran pernapasan mulai dari hidung hingga
tenggorokkan. Misalnya Sulfur Dioksida, Sulfur Trioksida, Amoniak, debu.
Iritasi terjadi pada saluran pernapasan bagian atas dan juga dapat mengenai
paru-paru sendiri.
b. Asfiksia
Disebabkan oleh
ber-kurangnya kemampuan tubuh dalam menangkap oksigen atau mengakibatkan kadar
O2 menjadi berkurang. Keracunan gas Karbon Monoksida mengakibatkan CO akan
mengikat hemoglobin sehingga kemampuan hemoglobin mengikat O2 berkurang
terjadilah Asfiksia. Yang termasuk golongan ini adalah gas Nitrogen, Oksida,
Metan, Gas Hidrogen dan Helium
.5
c. Anestesia
Bersifat
menekan susunan syaraf pusat sehingga kehilangan kesadaran, misalnya aeter,
aetilene, propane dan alkohol alifatis.
d. Toksis
Titik tangkap terjadinya toksis berbagai jenis,
yaitu :
1) Menimbulkan
gangguan pada sistem pembuatan darah, mi-salnya benzene, fenol, toluen dan
xylene.
2) Keracunan
terhadap susunan syaraf, misalnya karbon disulfid, metil alkohol.
4.
Menurut asal
a. Pencemar
primer
Polutan
yang bentuk dan komposisinya sama dengan ketika dipancarkan, lazim disebut
sebagai pencemar primer, antara lain CO, CO2, hidrokarbon, SO, Nitrogen Oksida,
Ozon serta berbagai partikel.
b. Pencemar
Sekunder
Berbagai
bahan pencemar kadangkala bereaksi satu sama lain menghasilkan jenis pencemar
baru, yang justru lebih membahayakan kehidupan. Reaksi ini dapat terjadi secara
otomatis ataupun dengan cara bantuan katalisator, seperti sinar matahari.
Pencemar hasil reaksi disebut sebagai pencemar sekunder. Contoh pencemar
sekunder adalah Ozon, formal dehida, dan Peroxy Acyl Nitrate (PAN).
6
C.
Sumber
Pencemaran Udara
A. Kegiatan
manusia
a. Transportasi
Pertumbuhan
penduduk dan urbanisasi mengakibatkan pengembangan wilayah perkotaan ke daerah
pinggiran kota. Akibatnya aktivitas penduduk dengan alat transportasi pun
meningkat. Kegiatan transportasi menjadi penyebab pencemaran udara karena
senyawa kimia yang dihasilkan dari kendaraan bermotor. Senyawa kimia tersebut
antara lain karbon dioksida, nitrogen dioksida, dan beberapa partikel mikro.
b. Industri
Jenis
industri yang menjadi sumber pencemaran melalui udara diantaranya industri besi
dan baja, industri semen, industri kendaraan bermotor, industri pupuk, industri
alumunium, industri pembangkit tenaga air, industri kertas, industri kilang
minyak, industri pertambangan. Industrialisasi di Indonesia sedang berkembang,
tetapi perkembangan tersebut seringkali mengabaikan pengendalian pencemaran. Oleh karena itu pemilik usaha
industri harus melengkapi industrinya dengan fasilitas untuk pengendalian
limbah.
c. Pembangkit
listrik
d. Pembakaran
(perapian, kompor, furnace,[insinerator]dengan berbagai jenis bahan bakar
e. Gas
buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)
7
B. Sumber
alami
a. Gunung
berapi
b. Rawa-rawa
c. Kebakaran
hutan
d. Nitrifikasi
dan denitrifikasi biologi
C. Sumber-sumber
lain
a. Transportasi
amonia
b. Kebocoran
tangki klor
c. Timbulan
gas metana dari lahan uruk /tempat pembuangan akhir sampah
d. Uap
pelarut organic
D.
Dampak
Pencemaran Udara
1.
Dampak kesehatan
Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat
masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar
ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar
dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat
berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar
diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.
Dampak
kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISNA (infeksi saluran napas atas),
termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya.
Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.
8
2.
Dampak terhadap tanaman
Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat
pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit,
antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi
di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.
3.
Hujan asam
pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di
atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan
membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara
lain:
A. Mempengaruhi
kualitas air permukaan
B. Merusak
tanaman
C. Melarutkan
logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga memengaruhi kualitas air
tanah dan air permukaan
D. Bersifat
korosif sehingga merusak material dan bangunan
4.
Efek rumah kaca
Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC,
metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari
yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam
lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global. Dampak dari
pemanasan global adalah:
A. Pencairan
es di kutub
B. Perubahan
iklim regional dan global
C. Perubahan
siklus hidup flora dan fauna
9
5.
Kerusakan lapisan ozon
Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian
20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi
ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon
(O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan
bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih
cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.
10
Berikut
dampak pencemaran udara berupa gas
|
NO
|
BAHAN PENCEMAR
|
SUMBER
|
DAMPAK/AKIBAT PADA INDIVIDU/MASYARAKAT
|
|
1.
|
Sulfur Dioksida (SO2)
|
Batu bara atau bahan bakar minyak yang mengandung
Sulfur. Pembakaran limbah pertanah. Proses dalam industri.
|
Menimbulkan efek iritasi pada saluran nafas sehingga
menimbulkan gejala batuk dan sesak nafas.
|
|
2.
|
Hidrogen Sulfa (H2S)
|
Dari kawah gunung yang masih aktif.
|
Menimbulkan bau yang tidak sedap, dapat merusak
indera penciuman (nervus olfactory)
|
|
3.
|
· Nitrogen Oksida (N2O)
· Nitrogen Monoksida (NO)
· Nitrogen Dioksida (NO2)
|
· Berbagai jenis pembakaran.
· Gas buang kendaran bermotor.
· Peledak, pabrik pupuk.
|
· Menggangu sistem pernapasan.
· Melemahkan sistem pernapasan paru dan saluran nafas
sehingga paru mudah terserang infeksi.
|
|
4.
|
Amoniak (NH3)
|
Proses Industri
|
· Menimbulkan bau yang tidak sedap/menyengat.
· Menyebabkan sistem pernapasan, Bronchitis, merusak
indera penciuman.
|
|
5.
|
· Karbon Dioksida (CO2)
· Karbon Monoksida (CO)
· Hidrokarbon
|
· Semua hasil pembakaran.
· Proses Industri
.
|
· Menimbulkan efek sistematik, karena meracuni tubuh
dengan cara pengikatan hemoglobin yang amat vital bagi oksigenasi jaringan
tubuh akaibatnya apabila otak kekurangan oksigen dapat menimbulkan kematian.
· Dalam jumlah kecil dapat menimbulkan gangguan
berfikir, gerakan otot, gangguan jantung.
|
11
D.
Jenis
– jenis Penyakit yang Ditimbulak oleh Pencemaran Udara
Pencemaran udara oleh partikel dapat disebabkan
karena peristiwa alamiah dan dapat pula disebabkan karena ulah manusia, lewat
kegiatan industri dan teknologi. Partikel yang mencemari udara banyak macam dan
jenisnya, tergantung pada macam dan jenis kegiatan industri dan teknologi yang
ada. Mengenai macam dan jenis partikel pencemar udara serta sumber
pencemarannya telah banyak
Secara umum partikel yang mencemari udara dapat
merusak lingkungan, tanaman, hewan dan manusia. Partikel-partikel tersebut
sangat merugikan kesehatan manusia. Pada umumnya udara yang telah tercemar oleh
partikel dapat menimbulkan berbagai macam penyakit saluran pernapasan atau pneumoconiosis.
Pada saat orang menarik nafas, udara yang mengandung
partikel akan terhirup ke dalam paru-paru. Ukuran partikel (debu) yang masuk ke
dalam paru-paru akan menentukan letak penempelan atau pengendapan partikel
tersebut.
Partikel yang berukuran kurang dari 5 mikron akan
tertahan di saluran nafas bagian atas, sedangkan partikel berukuran 3 sampai 5
mikron akan tertahan pada saluran pernapasan bagian tengah. Partikel yang
berukuran lebih kecil, 1 sampai 3 mikron, akan masuk ke dalam kantung udara
paru-paru, menempel pada alveoli. Partikel yang lebih kecil lagi, kurang dari 1
mikron, akan ikut keluar saat nafas dihembuskan.
12
Pneumoconiosis adalah penyakit saluran pernapasan
yang disebabkan oleh adanya partikel (debu) yang masuk atau mengendap di dalam
paru-paru. Penyakit pnemokoniosis banyak jenisnya, tergantung dari jenis
partikel (debu) yang masuk atau terhisap ke dalam paru-paru. Beberapa jenis
penyakit pneumoconiosis yang banyak dijumpai di daerah yang memiliki banyak
kegiatan industri dan teknologi, yaitu Silikosis, Asbestosis, Bisinosis,
Antrakosis dan Beriliosis.
1.
Penyakit
Silikosis
Penyakit Silikosis disebabkan oleh
pencemaran debu silika bebas, berupa SiO2, yang terhisap masuk ke dalam
paru-paru dan kemudian mengendap. Debu silika bebas ini banyak terdapat di
pabrik besi dan baja, keramik, pengecoran beton, bengkel yang mengerjakan besi
(mengikir, menggerinda, dll). Selain dari itu, debu silika juka banyak terdapat
di tempat di tempat penampang bijih besi, timah putih dan tambang batubara.
Pemakaian batubara sebagai bahan bakar juga banyak menghasilkan debu silika
bebas SiO2. Pada saat dibakar, debu silika akan keluar dan terdispersi ke udara
bersama – sama dengan partikel lainnya, seperti debu alumina, oksida besi dan
karbon dalam bentuk abu.
Debu silika yang masuk ke dalam
paru-paru akan mengalami masa inkubasi sekitar 2 sampai 4 tahun. Masa inkubasi
ini akan lebih pendek, atau gejala penyakit silicosis akan segera tampak,
apabila konsentrasi silika di udara cukup tinggi dan terhisap ke paru-paru
dalam jumlah banyak. Penyakit silicosis
ditandai dengan sesak nafas yang disertai batuk-batuk. Batuk ii seringkali
tidak disertai dengan dahak.
13
Pada silicosis tingkah sedang, gejala
sesak nafas yang disertai terlihat dan pada pemeriksaan fototoraks kelainan
paru-parunya mudah sekali diamati. Bila penyakit silicosis sudah berat maka sesak
nafas akan semakin parah dan kemudian diikuti dengan hipertropi jantung sebelah
kanan yang akan mengakibatkan kegagalan kerja jantung.
Tempat kerja yang potensial untuk
tercemari oleh debu silika perlu mendapatkan pengawasan keselamatan dan
kesehatan kerja dan lingkungan yang ketat sebab penyakit silicosis ini belum
ada obatnya yang tepat. Tindakan preventif lebih penting dan berarti
dibandingkan dengan tindakan pengobatannya. Penyakit silicosis akan lebih buruk
kalau penderita sebelumnya juga sudah menderita penyakit TBC paru-paru,
bronchitis, astma broonchiale dan penyakit saluran pernapasan lainnya.
Pengawasan dan pemeriksaan kesehatan
secara berkala bagi pekerja akan sangat membantu pencegahan dan penanggulangan
penyakit-penyakit akibat kerja. Data kesehatan pekerja sebelum masuk kerja,
selama bekerja dan sesudah bekerja perlu dicatat untuk pemantulan riwayat
penyakit pekerja kalau sewaktu – waktu diperlukan.
2.
Penyakit
Asbestosis
Penyakit Asbestosis adalah penyakit
akibat kerja yang disebabkan oleh debu
atau serat asbes yang mencemari udara. Asbes adalah campuran dari berbagai
macam silikat, namun yang paling utama
adalah Magnesium silikat. Debu asbes banyak dijumpai pada pabrik dan
industri yang menggunakan asbes, pabrik pemintalan serat asbes, pabrik beratap
asbes dan lain sebagainya.
14
Debu asbes yang terhirup masuk ke dalam
paru-paru akan mengakibatkan gejala sesak napas dan batuk-batuk yang disertai
dengan dahak. Ujung-ujung jari penderitanya akan tampak membesar / melebar.
Apabila dilakukan pemeriksaan pada dahak
maka akan tampak adanya debu asbes dalam dahak tersebut. Pemakaian asbes
untuk berbagai macam keperluan kiranya perlu diikuti dengan kesadaran akan
keselamatan dan kesehatan lingkungan agar jangan sampai mengakibatkan
asbestosis ini.
3.
Penyakit
Bisinosis
Penyakit Bisinosis adalah penyakit
pneumoconiosis yang disebabkan oleh pencemaran debu napas atau serat kapas di
udara yang kemudian terhisap ke dalam paru-paru. Debu kapas atau serat kapas
ini banyak dijumpai pada pabrik pemintalan kapas, pabrik tekstil, perusahaan
dan pergudangan kapas serta pabrik atau bekerja lain yang menggunakan kapas
atau tekstil; seperti tempat pembuatan kasur, pembuatan jok kursi dan lain
sebagainya.
Masa inkubasi penyakit bisinosis cukup
lama, yaitu sekitar 5 tahun. Tanda-tanda awal penyakit bisinosis ini berupa
sesak napas, terasa berat pada dada, terutama pada hari Senin (yaitu hari awal
kerja pada setiap minggu). Secara psikis setiap hari Senin bekerja yang
menderita penyakit bisinosis merasakan beban berat pada dada serta sesak nafas.
Reaksi alergi akibat adanya kapas yang masuk ke dalam saluran pernapasan juga
merupakan gejala awal bisinosis. Pada bisinosis yang sudah lanjut atau berat,
penyakit tersebut biasanya juga diikuti dengan penyakit bronchitis kronis dan
mungkin juga disertai dengan emphysema.
15
4.
Penyakit
Antrakosis
Penyakit Antrakosis adalah penyakit
saluran pernapasan yang disebabkan oleh debu batubara. Penyakit ini biasanya
dijumpai pada pekerja-pekerja tambang batubara atau pada pekerja-pekerja yang
banyak melibatkan penggunaan batubara, seperti pengumpa batubara pada tanur
besi, lokomotif (stoker) dan juga pada kapal laut bertenaga batubara, serta
pekerja boiler pada pusat Listrik Tenaga Uap berbahan bakar batubara.
Masa inkubasi penyakit ini antara 2 – 4
tahun. Seperti halnya penyakit silicosis dan juga penyakit-penyakit
pneumokonisosi lainnya, penyakit antrakosis juga ditandai dengan adanya rasa
sesak napas. Karena pada debu batubara terkadang juga terdapat debu silikat
maka penyakit antrakosis juga sering disertai dengan penyakit silicosis. Bila
hal ini terjadi maka penyakitnya disebut silikoantrakosis. Penyakit antrakosis
ada tiga macam, yaitu penyakit antrakosis murni, penyakit silikoantraksosis dan
penyakit tuberkolosilikoantrakosis.
Penyakit antrakosis murni disebabkan
debu batubara. Penyakit ini memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjadi
berat, dan relatif tidak begitu berbahaya. Penyakit antrakosis menjadi berat
bila disertai dengan komplikasi atau emphysema yang memungkinkan terjadinya
kematian. Kalau terjadi emphysema maka antrakosis murni lebih berat daripada
silikoantraksosis yang relatif jarang diikuti oleh emphysema. Sebenarnya antara
antrakosis murni dan silikoantraksosi sulit dibedakan, kecuali dari sumber penyebabnya.
Sedangkan paenyakit tuberkolosilikoantrakosis lebih mudah dibedakan dengan
kedua penyakit antrakosis lainnya. Perbedaan ini mudah dilihat dari fototorak
yang menunjukkan kelainan pada paru-paru
akibat adanya debu batubara dan debu silikat, serta juga adanya baksil
tuberculosis yang menyerang paru-paru.
16
5. Penyakit Beriliosis
Udara yang tercemar oleh debu logam
berilium, baik yang berupa logam murni, oksida, sulfat, maupun dalam bentuk
halogenida, dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang disebut
beriliosis. Debu logam tersebut dapat menyebabkan nasoparingtis, bronchitis dan
pneumonitis yang ditandai dengan gejala sedikit demam, batuk kering dan sesak
napas. Penyakit beriliosis dapat timbul pada pekerja-pekerja industri yang
menggunakan logam campuran berilium, tembaga, pekerja pada pabrik fluoresen,
pabrik pembuatan tabung radio dan juga pada pekerja pengolahan bahan penunjang
industri nuklir.
Selain dari itu, pekerja-pekerja yang
banyak menggunakan seng (dalam bentuk silikat) dan juga mangan, dapat juga
menyebabkan penyakit beriliosis yang tertunda atau delayed berryliosis yang disebut juga dengan beriliosis kronis.
Efek tertunda ini bisa berselang 5 tahun setelah berhenti menghirup udara yang
tercemar oleh debu logam tersebut. Jadi lima tahun setelah pekerja tersebut
tidak lagi berada di lingkungan yang mengandung debu logam tersebut, penyakit
beriliosis mungkin saja timbul. Penyakit
ini ditandai dengan gejala mudah lelah, berat badan yang menurun dan sesak
napas. Oleh karena itu pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi
pekerja-pekerja yang terlibat dengan pekerja
yang menggunakan logam tersebut perlu dilaksanakan terus – menerus.
17
BERILLIOSIS ( Beryllium
Disease )
Definisi
Berilliosis
(Beryllium Disease)adalah suatu peradangan paru-paru yang terjadi akibat
menghirup debu atau asap yang mengandung berilium. Dulu berillium biasa digali
dan disuling untuk digunakan dalam industri elektronik dan kimia dan dalam
pembuatan bola lampu pijar. Sekarang berillium terutama digunakan untuk industri
pesawat ruang angkasa. Selain pekerja industri tersebut, orang-orang yang
tinggal di sekitar tempat penyulingan juga bisa terkena beriliosis.
Penyebab
Pemaparan
berilium terutama terjadi melalui penghirupan asap atau debu berilium dan
kontak langsung melalui kulit yang terluka. Menghirup berilium (Be) bisa
menyebabkan 2 gejala paru-paru, yaitu pneumonitis kimia akut dan penyakit paru
granulomatosa yang disebut penyakit berilium kronis atau beriliosis.
Pada
penyakit berilium akut, logam ini bertindak sebagai iritan kimia langsung, yang
menyebabkan suatu reaksi peradangan non-spesifik. Dengan semakin meningkatnya
higienis dalam bidang industri, pada saat ini penyakit berilium akut sudah
menghilang. Beriliosis masih ditemukan di industri pengolahan berilium, dimana
para pekerjanya terpapar oleh asap atau debu berilium.
Beriliosis
berbeda dari penyakit akibat pekerjaan lainnya dimana masalah paru-paru hanya
timbul pada orang yang sensitif terhadap berillium, yaitu sekitar 2% dari
mereka yang kontak dengan berillium. Penyakit ini dapat muncul bahkan pada
mereka yang terpapar berillium dalam waktu yang singkat dan gejalanya baru
timbul setelah 10-20 tahun.
18
Gejala
Penderita
pneumonitis kimia akut, akan mengalami batuk, gangguan pernafasan dan penurunan
berat badan secara tiba-tiba. Bentuk yang akut juga dapat mengenai kulit dan
mata. Pada beriliosis terbentuk jaringan abnormal pada paru-paru yang disertai
dengan pembesaran kelenjar getah bening. Pada keadaan ini, gejala-gejala
seperti batuk, ganggauan pernafasan dan penurunan berat badan terjadi secara
bertahap.
Gejala
lainnya yang mungkin ditemukan:
-
nyeri dada
-
nyeri sendi
-
lelah.
Diagnosa
Untuk
menegakkan diagnosis beriliosis, harus memenuhi 3 kriteria berikut:
adanya
riwayat pemaparan berilium
· hasil
positif dari pemeriksaan BeLPT (beryllium lymphocyte proliferation test)
terhadap darah atau BAL (bronchoalveolar lavage)
· adanya
granuloma non-kaseosa pada biopsi paru.
· Jika
hasil BeLPT positif tetapi hasil biopsinya negatif, maka tidak dikatakan
menderita beriliosis, hanya dikatakan telah tersensitisasi oleh berilium.
19
Pengobatan
Indikasi
dilakukannya pengobatan didasarkan kepada:
1. adanya
gejala
2. hasil
tes fungsi paru yang abnormal
3. penurunan
fungsi paru.
Jika
kriteria tersebut tidak terpenuhi, maka tidak perlu dilakukan pengobatan.
Pengobatan
terpilih adalah corticosteroid. Belum ada kesepakatan mengenai dosis maupun
lamanya pemberian corticosteroid. Pada awalnya diberikan prednisone per-oral
(melalui mulut) dengan dosis 20-40 mg/hari selama 4-6 minggu, selanjutnya
dosisnya diturunkan sesuai dengan respon klinis yang terjadi.
Kepada
penderita yang tidak memberikan respon terhadap pemberian corticosteroid atau
penderita yang mengalami efek samping yang serius akibat pemberian corticosteroid,
diberikan methotrexat. Pada stadium lanjut, dianjurkan untuk menjalani
pencangkokan paru-paru.
20
E.
Cara
Mencegah Pencemaran Udara
Terjadinya pencemaran udara, tentu harus segera
ditanggulangi dengan melakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak terjadi
kesakitan pada manusia. Dalam melakukan pencegahan secara tepat tergantung pada
sifat dan sumber polutan udara. Pada dasarnya caranya dibedakan menjadi
mengurangi polutan dengan alat-alat, mengubah polutan, melarutkan polutan, dan
mendispersikan polutan.
Menurut dr.drh. Mangku Sitepoe (1997), ada lima
dasar dalam mencegah atau memperbaiki pencemaran udara berbentuk gas.
1. Absorbsi.
Melakukan solven yang baik untuk memisahkan polutan gas dengan konsentrasi yang
cukup tinggi. Biasanya absorbennya air, tetapi kadang-kadang dapat juga tidak
menggunakan air (dry absorben).
2. Adsorbsi.
Mempergunakan kekuatan tarik-menarik antara molekul polutan dan zat adsorben.
Dalam proses adsorbsi dipergunakan bahan padat yang dapat menyerap polutan.
Berbagai tipe adsorben antara lain Karbon Aktif dan Silikat.
3. Kondensasi.
Dengan kondensasi dimaksudkan agar polutan gas diarahkan mencapai titik
kondensasi, terutama dikerjakan pada polutan gas yang bertitik kondensasi
tinggi dan penguapan yang rendah (Hidrokarbon dan gas organik lain).
4. Pembakaran.
Mempergunakan proses oksidasi panas untuk menghancurkan gas Hidrokarbon yang
terdapat di dalam polutan. Hasil pembakaran berupa Karbon Dioksida dan air.
Adapun proses pemisahannya secara fisik dikerjakan bersama-sama dengan proses
pembakaran secara kimia.
21
5. Reaksi
kimia. Banyak dipergunakan pada emisi golongan Nitrogen dan Belerang.
Membersihkan gas golongan Nitrogen, caranya dengan diinjeksikan Amoniak yang
akan bereaksi kimia dengan NOx dan membentuk bahan padat yang mengendap. Untuk
menjernihkan golongan Belerang dipergunakan copper oksid atau kapur dicampur
arang.
Sementara itu, pencegahan pencemaran udara berbentuk
partikel dapat dilakukan melalui enam konsep :
1. “Membersihkan”
(Scrubbing). Mempergunakan cairan untuk memisahkan polutan. Alat scrubbing ada
berbagai jenis, yaitu berbentuk plat, masif, fibrous, dan spray.
2. Menggunakan
filter. Dimaksudkan untuk menangkap polutan partikel pada permukaan filter.
Filter yang dipergunakan berukuran sekecil mungkin. Filter bersifat
semipermeable yang dapat dibersihkan, kadang-kadang dikombinasikan dengan
pembersihan gas dan filter polutan partikel.
3. Mempergunakan
presipitasi elektrostatik. Cara ini berbeda dengan cara mekanis lainnya, sebab
langsung ke butir-butir partikel. Polutan dialirkan di antara pelat yang diberi
aliran listrik sehingga presipitator yang akan mempresipitasikan polutan
partikel dan ditampung di dalam kolektor. Pada bagian lain akan keluar udara
yang telah dibersihkan.
4. Mempergunakan
kolektor mekanis. Dengan menggunakan tenaga gravitasi dan tenaga kinetis atau
kombinasi keduanya untuk mengendapkan partikel. Sebagai kolektor dipergunakan
gaya sentripetal yang memakai siklon.
22
5. Program
langit biru. Yaitu program untuk mengurangi pencemaran udara, baik pencemaran
udara yang bergerak maupun stasioner. Dalam hal ini, ada tiga tindakan yang
dilakukan terhadap pencemaran udara akibat transportasi yaitu: Pertama,
mengganti bahan bakar kendaraan. Bahan bakar disel dan premium pembakarannya
kurang sempurna sehingga terjadi polutan yang berbahaya. Dalam program lagit
biru, hal ini dikaitkan dengan penggantian bahan bakar ke arah bahan bakar gas
yang memberikan hasil pembakaran lebih baik. Kedua, mengubah mesin kendaraan.
Mesin dengan bahan bakar disel diganti dengan mesin bahan bakar gas. Ketiga,
memasang alat-alat pembersihan polutan pada kendaraan bermotor.
6. Menggalakan
penanaman pohon. Mempertahankan paru-paru kota dengan memperluas pertamanan dan
penanaman berbagai jenis pohon sebagai penangkal pencemaran. Sebab tumbuhan
akan menyerap hasil pencemaran udara (CO2) dan melepaskan oksigen sehingga
mengisap polutan dan mengurangi polutan dengan kehadiran oksigen.
7. Bentuk
pencegahan yang lain adalah membiasakan diri untuk mengkonsumsi makanan
mengandung serat tinggi. Serat makanan dapat menetralkan zat pencemar udara dan
mengurangi penyerapan logam berat melalui sistem pencernaan kita. Dan yang
paling penting pemerintah hendaknya komitmen terhadap mengganti bensin
bertimbal dengan bensin tanpa Timbal.
23
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari
pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa:
Ø Pencemaran
udarah adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya kedalam
atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan
pada kesehatam manusia secara umum menurunkan kualitas lingkungan
Ø Jenis-jenis
pencemaran udara menurut bentuk : gas, pertikel. Menurut tempat : ruangan
(indoor), udara bebas (outdoor). Gangguan kesehatan : Iritansia, asfiksia,
anetesia, toksis. Menurut asal : primer, sekunder
Ø Sumber
pencemaran udara yaitu: kegiatan manusia, sumber alami, kebocoran tangki klor,
dan lain-lain
Ø Pencemran
udara dapat membahayakan kesehatan manusia, kesehatan tanaman, dapat
menyebabkan hujan asam, efek ruma kaca, kerusakan lapisan ozon, dan sebagainya.
Ø Menyebabkan berbagai macam penyakit
Ø Ada
lima dasar dalam mencegah atau memperbaiki pencemaran udara berbentuk gas
yaitu: absorbsi, adsorbsi, kondensasi, pembakaran, dan reaksi kimia.
B.
Saran
Untuk mencegah terjadinya pencemaran udara yang
lebih lanjut hendaknya kita semua ikut menjaga kebersihan udara dan
meminimalkan pencemaran udara, misalnya tidak memakai kendaraan bermotor yang
mengeluarkan banyak asap, tidak membuang gas yang berbahaya secara sembarangan
terutama bagi kegiatan industri, dan lain sebagainya agar kebersihan udara
tetap terjaga.
24
DAFTAR PUSTAKA
Modul
“Ilmu Pengetahuan Alam”, Kharisma
Buku
“lingkungan hidup”, mahkota offset – jakarta.
Wikipedia
bahasa indonesia, ensiklopedia bebas
Indah
kastiyowati, st. Staf puslitbang tek balitbang dephan. “Dampak dan upaya penanggulangan pencemaran
udara”
Pencemaran
Alam Sekitar, Siri Pencemaran Alam, Jasiman Ahmad, Eddiplex Sdn. Bhd. 1996
Pencemaran
Udara dan Bunyi, Siri Utamakan Alam Sekitar Anda, Jasman Ahmad & Siti
Razmah Idris, Penerbit Mikamas, 1996
25
Tidak ada komentar:
Posting Komentar